WWW.POLICELINE.ID
NewsPoliceline Jatim

STOP STIGMA! Gen Z Bukan Cuma Healing dan Apatis, Akademisi Malang Ngaku Mereka Calon Pemimpin Visioner

Avatar photo
263
×

STOP STIGMA! Gen Z Bukan Cuma Healing dan Apatis, Akademisi Malang Ngaku Mereka Calon Pemimpin Visioner

Sebarkan artikel ini

Bedah Buku Muhammad Nafis Ungkap Kekuatan Digital Native: Mereka Kuat di Mobilisasi Maya, Tapi Rentan Kekerasan Online!

MALANG Vibes diskusi publik di Malang Creative Center (MCC) pada Rabu (26/11/2025) mendadak fresh. Hampir seratus bestie dari berbagai kampus di Malang Raya berkumpul untuk membedah buku “Transformasi Sosial Politik Ala Gen-Z” karya Muhammad Nafis. Hasilnya? Stigma lama tentang generasi Z harus di-cancel total!

Nafis membuka diskusi dengan menumpahkan kegelisahannya terhadap label yang sering menempel pada Gen Z—dianggap no life atau cuma healing. Menurutnya, narasi itu nggak banget dan sama sekali tidak menggambarkan realitas.

“Gen Z bukan tidak peduli. Mereka punya kapasitas besar, hanya saja ruang fasilitasi dan pendampingannya belum tersedia secara memadai,” ujar Nafis, menantang mindset lama.

Arena Digital dan Kerentanan Baru

 

Diskusi menjadi semakin spicy dengan kehadiran akademisi dan praktisi media:

  • Juwita Hayyuning P. (FISIP UB): Akademisi ini mengingatkan bahwa meski Gen Z adalah Gen Digital Native, mereka membawa kerentanan baru. Literasi digital yang rendah, terutama di kalangan perempuan muda, menjadi red flag karena berpotensi memunculkan bentuk-bentuk diskriminasi dan kekerasan online.

  • Yatimul Ainun (Pemred TIMES Indonesia): Dari kacamata media, Gen Z telah secara revolusioner mengubah pola konsolidasi publik. “Mereka tidak lagi mengandalkan pertemuan fisik. Mobilisasi digital jauh lebih cepat dan masif,” tuturnya, menekankan bahwa ruang maya kini adalah arena dominan gerakan sosial-politik.

Pesan Pemerintah: Give Them Space!

Menantang Stigma Gen Z. Muhammad Nafis, S.H., M.H., (Penulis Buku) saat menyampaikan sambutan dalam acara Bedah Buku dan Diskusi Publik Transformasi Sosial Politik Ala Gen-Z di Malang Creative Center (MCC), Rabu (26/11/2025). Buku ini mengangkat isu kapasitas tersembunyi generasi Z dan menolak stigma apatis yang sering dilekatkan pada mereka.

Dukungan nyata datang dari unsur pemerintah. Alie Mulyanto, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, menegaskan bahwa Pemkot wajib memberikan ruang lebih besar agar inovasi dan kreativitas Gen Z dapat sat set berkembang.

“Mereka bukan hanya penerus estafet. Mereka calon pemimpin yang visioner,” katanya, memberikan boost semangat kepada para peserta.

Diskusi ini berhasil menjadi melting pot yang membuktikan satu hal: anak muda kepengen terlibat, berpendapat, dan berkontribusi. Melalui bukunya, Nafis berharap muncul kesadaran kolektif agar potensi Gen Z tidak hanya diakui, tetapi benar-benar dioptimalkan dengan ruang tumbuh yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *