Scroll untuk baca artikel
Presisi

Polri: Pemudik Meningkat karena Layanan dan Transportasi Publik Makin Baik

Avatar photo
36
×

Polri: Pemudik Meningkat karena Layanan dan Transportasi Publik Makin Baik

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (depan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kedua kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi lintas sektoral di Jakarta, Senin (25/3/2024). Polri menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian dan lembaga membahas terkait kesiapan penyelenggaraan mudik-balik Lebaran dan Operasi Ketupat 2024. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

Kementerian Perhubungan menyampaikan pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2024 diprediksi sebanyak 193,6 juta orang. Jumlah tersebut meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan pada Lebaran 2023. Hal ini pun menjadi perhatian Kepolisian RI (Polri)

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral terkait operasi ketupat 2024 terkait pengamanan arus mudik dan balik lebaran Idulfitri 1445 Hijriyah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa jumlah pemudik pada 2024 mengalami peningkatan hingga 56 persen.

Namun demikian, Kapolri berharap jumlah kecelakaan bisa menurun dibandingkan 2023.

Kepala Biro Penerangan (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa peningkatan jumlah arus mudik ditenggarai oleh beberapa faktor penting antara lain, semakin membaiknya kualitas layanan dan akses transportasi publik, serta kebijakan manajemen informasi. Termasuk pengaturan arus mudik yang semakin transparan.

“Tentunya kita harapkan akan lebih baik dan berkesinambungan karena peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tentu juga dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pemudik 2024,” kata Trunoyudo Wisnu Andiko di acara Dialog Publik dengan tema ‘Operasi Ketupat dan Strategi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024, di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Arus mudik 2024 yang ditandai dengan mobilisasi masyarakat merupakan peluang dalam mendorong terjadinya interaksi dan distribusi untuk memperkuat pemerataan ekonomi berbagai sektor strategis di wilayah tanah air.

“Peningkatan arus mudik juga berdampak positif dalam mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi secara positif. Hal ini dikarenakan kenaikan belanja dan konsumsi masyarakat berbasis interaksi sosial dapat memicu terjadinya pergerakan ekonomi tumbuh dan lebih baik,” ujar dia.

Program dan kebijakan arus mudik Lebaran 2024, terang dia, selain merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah di bidang pelayanan dan informasi publik juga merupakan bukti bahwa negara selalu hadir dalam setiap momen penting dihari raya besar keagamaan nasional.

“Sejalan dengan hal tersebut maka Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan seluruh pihak seperti kementerian lembaga dan juga masyarakat serta rekan-rekan media untuk senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama melalui pendekatan kolaboratif dengan menghadirkan model pelibatan publik yang dapat mendorong semakin meningkatnya kualitas layanan publik,” jelas dia.

Dalam rangka penguatan informasi publik melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat, ia berharap kebijakan arus mudik Lebaran 2024 berjalan lancar dan optimal sehingga terciptanya ‘Mudik Ceria Penuh Makna’.

Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2024 untuk mengamankan pelaksanaan mudik Lebaran 2024. Selama Operasi Ketupat, Polri akan mengerahkan 155.165 personel gabungan dan mendirikan 5.784 pos pengamanan dan pelayanan.

Operasi ketupat 2024 dimulai 4 April hingga 16 April dengan mengamankan ribuan titik lokasi pengamanan di antaranya berada di jalur mudik, terminal, pelabuhan, lokasi wisata, bandara hingga tempat peribadatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------