Scroll untuk baca artikel
Ramadhan

Beras Premium Berlimpah Ruah di Modern Market, Jenis Medium Bulog SPHP Dibatasi Pembeliannya

Avatar photo
53
×

Beras Premium Berlimpah Ruah di Modern Market, Jenis Medium Bulog SPHP Dibatasi Pembeliannya

Sebarkan artikel ini

Distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar, termasuk Pasar Induk Beras Cipinang oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), tampaknya mampu mengatasi kelangkaan beras di masyarakat.

Harga yang relatif murah dan terjangkau tampaknya jadi pilihan masyarakat ditengah mahalnya beras premium di pasar.

Terkini, disalah satu ritel modern market Indo Grosir Depok, beras SPHP pembeliannya bahkan sampai harus dibatasi, satu orang pembeli maksimal 2 karung kemasan ukuran 5 kg dengan harga Rp 54.500 per kemasan.

Menurut salah seorang karyawan Indo Grosir Depok, Wati, penjualan beras SPHP ini lumayan banyak diminati oleh para pembeli.

” Pembelinya lumayan banyak dibandingkan beras premium, makanya disini dibatasi pembeliannya per orangnya,” jelasnya kepada disway.id, sabtu (30/03).

Dari pengamatan disway tampak beras Bulog SPHP masih dalam kemasan karung besar banyak tersedia. Selain beras SPHP tampak juga beras premium berbagai merk dengan harga yang sudah mulai normal lagi Rp 69.500 perkemasan 5 kg.

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meminta pedagang dan pelaku usaha untuk tidak mengoplos beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

“ Kami menghimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak mengkomersialisasikan beras SPHP dalam bentuk apa pun, termasuk repacking, mengoplos, hingga menaikkan harganya,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta pada Rabu (27/03).

Arief menyampaikan bahwa beras SPHP yang digelontorkan pemerintah ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta untuk memastikan akses masyarakat terhadap pangan tetap terjaga.

“ Beras SPHP ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, bukan untuk diperjualbelikan secara komersial,” ujar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------