Scroll untuk baca artikel
Viral

Geger 100 Sapi dari Australia ke RI Mati, Badan Karantina Buka Suara

Avatar photo
81
×

Geger 100 Sapi dari Australia ke RI Mati, Badan Karantina Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Lebih dari 100 sapi ternak dari Australia dilaporkan mati dalam perjalanan via laut ke Indonesia. Ini merupakan salah satu angka kematian tertinggi yang pernah dilaporkan pada pengiriman sapi dari Negeri Kanguru tersebut.
Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia disebut telah mengonfirmasi sejumlah kematian sapi ke regulator. Namun sayangnya, juru bicara departemen tidak mengkonfirmasi jumlah pasti kematian sapi.

“Kami telah diberitahu oleh eksportir komersial mengenai insiden yang melibatkan kematian ternak di kapal ekspor hidup yang mengekspor ke Indonesia,” katanya seperti dikutip ABC News pada Kamis (28/3/2024).

“Tidak ada indikasi bahwa penyakit hewan eksotik terlibat seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit kulit berbenjol (lumpy skin),” jelasnya.

“Australia tetap bebas dari penyakit hewan eksotik ini,” tambahnya.

Atas temua tersebut, Badan Karantina Indonesia buka suara. Deputi Bidang Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia Wisnu Wasisa Putra tengah mengkonfirmasi dengan DAFF Australia untuk memastikan kebenaran informasi dan data.

“Saat ini informasi dan data tersebut masih ditunggu dari pihak DAFF Australia,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/3/2024).

Wisnu menjelaskan biasanya penyebab kematian sapi di atas kapal, akibat penyakit Botulism. Sebagai informasi penyakit ini disebabkan oleh toksin dari bakteri gram positif yaitu Clostridium botulinum yang mencemari pakan dan minum ternak.

Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian pada sapi dengan gejala klinis lumpuh akibat gangguan syaraf atau paralysis. Penyakit ini bukan merupakan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

“Berdasarkan kejadian ini, maka Registered Premises LAE 304 di Nothern Territory Australia telah dilakukan Suspend untuk sementara waktu tidak melakukan ekspor ke Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu terkait pemasukan sapi dari Australia menggunakan kapal MV Brahman Express tujuan Lampung sandar dan bongkar pada tanggal 20 Maret 2024 dengan jumlah 939 ekor. Selanjutnya untuk tujuan Sumatera Utara sandar dan bongkar pada tanggal 24 Maret 2024 dengan jumlah 2.393 ekor.

Sapi yang ditujukan ke Lampung total sejumlah 939 ekor. Terdapat kematian 1 ekor pada tanggal 23 Maret 2024 akibat patah tulang, sehingga jumlahnya menjadi 938 ekor.

“Sapi lainnya dalam keadaan sehat dan tidak terjadi kematian semenjak pertama masuk Instalasi Karantina Hewan, IKH pada tanggal 20 Maret 2024 sampai dengan saat ini,” ucapnya.

Sapi yang ditujukan ke Sumatera Utara total sejumlah 2.393 ekor, total jumlah sapi yang masuk IKH di Sumut sejumlah 2.385 ekor (dikurangi 8 ekor yang dilaporkan mati di kapal). Setelah masuk IKH, terdapat kematian 1 ekor pada tanggal 27 Maret 2024 dengan gejala klinis kejang dan telah dilakukan pengambilan sampel untuk keperluan Uji Botulism oleh Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara (BBKHIT Sumut) untuk pengujian bekerjasama dengan Balai Veteriner (BVet) Medan.

“Pengujian membutuhkan waktu 5-7 hari,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------