Scroll untuk baca artikel
eXposeTV

Investortrust Raih Sertifikat Media Online Terverifikasi dari Dewan Pers

Avatar photo
43
×

Investortrust Raih Sertifikat Media Online Terverifikasi dari Dewan Pers

Sebarkan artikel ini

jakarta- PT Investortrust Indonesia Sejahtera, publisher portal data dan berita ekonomi investortrust.id, meraih sertifikat Nomor 1188/DP-Verifikasi/K/III/2024 dari Dewan Pers sebagai media massa online yang telah terverifikasi.

Untuk mendapatkan status media online terverifikasi, Investortrust Indonesia Sejahtera telah menjalani serangkaian proses sertifikasi oleh Dewan Pers selama hampir enam bulan.

“Kami berterima kasih kepada Dewan Pers yang telah menyatakan secara resmi bahwa investortrust.id sudah lulus sertifikasi dan menjadi media online yang terverifikasi,” kata Chief Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu di Gedung The Convergence Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (25/3/2024).

Sertifikat Nomor 1188/DP-Verifikasi/K/III/2024 diterbitkan Dewan Pers untuk investortrust.id, Jumat (22/3/2024). Sepekan sebelumnya (Jumat, 15/3/2024), Dewan Pers melakukan verifikasi faktual di kantor PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Lantai 5 Gedung The Convergence Indonesia, Kuningan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian proses sertifikasi investortrust.id. Hadir dalam kesempatan itu Tenaga Ahli Dewan Pers, Winarto dan Staf Sekretariat Dewan Pers, Sri Lestari.

Menurut Primus Dorimulu, dengan menyandang status terverifikasi, investortrust.id lebih terpacu lagi untuk menyajikan berita-berita yang berkualitas sesuai tujuan media ini didirikan, yakni menjadi portal data dan berita ekonomi independen yang fokus pada masalah bisnis, keuangan, investasi langsung, dan investasi portofolio, khususnya pasar modal.

“Investortrust.id tidak hanya memperhatikan kecepatan. Kami mengutamakan akurasi, kelengkapan, dan kedalaman berita. Setiap berita yang disajikan kepada publik adalah berita yang sudah melewati proses verifikasi,” tegas dia.

Primus menyoroti banyaknya media massa online saat ini di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pers. Padahal, insan pers harus berjuang melawan ketidakpastian ekonomi dan disrupsi media massa akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Laporan Reuters Institute 2023 menyebutkan, kepercayaan kepada pers secara global menurun. Di pihak lain, survei Cision kepada jurnalis dunia pada 2022 menunjukkan, wartawan sangat kesulitan menjaga kredibilitas sebagai sumber berita tepercaya atau melawan tuduhan berita palsu.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Primus, investortrust.id akan memenuhi kebutuhan publik perihal pentingnya informasi yang akurat, dalam, inspiratif, mengedukasi, mencerahkan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami percaya hukum alam akan menentukan nasib media. Mana media yang profesional, itu yang akan bertahan. Itu sebabnya, kami akan terus meningkatkan profesionalisme agar mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Primus.

Tenaga Ahli Dewan Pers, Winarto saat melakukan verifikasi faktual di kantor PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Jumat (15/3/2024), mengungkapkan, media massa digital kini mendominasi industri pers di Tanah Air.

Berdasarkan data Dewan Pers, terdapat 1.711 perusahaan media di Indonesia yang telah terverifikasi hingga Januari 2023. Dari jumlah tersebut, media digital mencapai 902 perusahaan.

Untuk Generasi Zenial

Pemimpin Redaksi (Pemred) investortrust.id, Komang Darmawan menambahkan, investortrust.id hadir untuk memberikan literasi keuangan dan investasi kepada generasi muda, khususnya generasi zenial (milenial dan Z) agar mereka menjadi generasi yang memiliki kecerdasan finansial dan merdeka secara finansial (financial freedom).

“Kemajuan pasar modal Indonesia membutuhkan partisipasi investor, baik investor individu maupun institusi,” tutur Komang.

Investortrust.id, menurut Komang, hadir untuk memberikan data dan informasi tentang peluang investasi di berbagai bidang. “Sebagai negara yang sedang berkembang menuju negara maju, Indonesia membutuhkan investasi baru di berbagai sektor usaha,” ucap dia.

Di tengah era bonus demografi yang mencapai puncaknya pada 2038, menurut Komang, ekonomi Indonesia harus tumbuh di atas 7% agar negeri ini terbebas dari perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap).

“Laju pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan lebih inklusif mustahil bisa dicapai jika kita tidak menggenjot investasi di berbagai bidang,” tandas Komang.

Corporate Secretary PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Fransiskus S Imung mengemukakan, sebagai perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup), Investortrust sangat efisien. “Kami didukung 51 karyawan yang sebagian besar merupakan awak redaksi dengan kualifikasi multitalenta,” kata Frans Imung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------