Scroll untuk baca artikel
News

Air Emas

Avatar photo
20
×

Air Emas

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dahlan Iskan

(Ini bukan puisi. Ini bukan prosa. Bukan pula puisi prosa. Ini juga bukan pamflet. Ini puisi pamflet. Untuk Hari Air Sedunia, 22 Maret)

Air.

Di Demak disebut banjir

Di padang pasir disebut langka

Di Amy disebut kesedihan, di Tisya jadi kebanggaan

Di Niagara jadi keindahan

Di Xinjiang jadi kerontang

Air berarti proyek pompa Rp 5T Amran Sulaiman

Air berarti comberan bagi kerakusan

Air berarti embun pagi bagi pengharapan

Air berarti salju di Tibet, panas di mata Amy.

Air itu Nabi Nuh

Air itu awan yang terperangkap

Air itu tubuh manusia, tubuh hewan, tubuh tumbuhan

Air itu memakan air

Air juga sumber keturunan, sumber kenikmatan.

Air juga sumber duka nestapa

Air itu emas bagi yang kehausan.

Catatan:

Bagaimana kalau komentar hari ini –khusus hari ini– hanya tentang air. Bentuknya apa saja: puisi, prosa, curhat, kisah dan apa pun yang terkait air. Komentar terpilih akan mendapat hadiah Air Zamzam).(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Edisi 21 Maret 2024: Lomba Pengeras

Jimmy Marta

Suatu ketika, sy ngekos pas samping gereja. Dekat sekali. Hanya berbatas pagar besi rendah. Bila pintu sama2 terbuka, dari rumah terlihat dalamnya gereja. Tiap minggu pagi lonceng berbunyi. Setelah agak siang giliran ibadah muda mudi. Lanjut latihan musik nyanyian rohani. Gak masalah. Nikmati aja. Kan muda mudinya banyak yg cantik juga..hehe. Apa saya terpaksa disitu?. Bukan. Ini pilihan. Karena gk sampai sepelamparan batu juga ada masjid. Lokasi yg strategis, serba dekat. Praktis karena dekat pasar laget sore dan jalan utama. Tak masalah walau berisik musik gereja dan suara toa. Lebih dua tahun begitu. Kota medan yg mendekat suasana metropolitan. Kristen, katolik, muslim, konghucu berpadu damai dalam lingkungan sama. Aman saling hargai. Nyaman walau tak seiman. Sudah semestinya begitu. Kita yg menyesuaikan dg lingkungan. Bukan lingkungan yg harus dipaksa sesuai dg kita…

Juve Zhang

Bagi orang sakit Suara Es krim lewat pake TOA nyaring….suara Roti pake TOA nyaring….suara Tahu Bulat pake TOA nyaring…mungkin mengganggu….tapi tak ada aturan bagi pedagang itu memakai TOA yg kapasitas berapa…..semakin Nyaring semakin Jauh menggema ….semakin CUAN…..wkwkkw….karena budaya jualan keliling Memang Hanya di Kita saja…..nengok negara tetangga….rasanya Gak boleh jualan keliling….tentu kita tak melarang cari rejeki keliling pake TOA….karena akan banyak yg nganggur….tak bijak sana melarang orang cari duit halal….cuma itu tadi penjual pun makin jor jor an beli TOA yg paling menggema……wkwkkw

adi ya adi

Abah lupa, krn lama hidup di koa, Ada yg lebih mengganggu, klo ada pernikahan…. Sound sistem “horeg” yg lebih menggelegar drpd suara TOA, hampir 24 jam selama 3hari berturut2, berhenti klo ada suara adzan dan di kecilkan klo malam hari, klo pas mau “mbecek”/buwuh ato apapun istilahnya, ga bingung cari alamat, tinggul ngokuti suara dari jauh, 2-3 km dah dengar, bakalan ga tersesat, cm klo pas d lokasi, pas sampe tempat acara, pasti clingak clinguk dulu, liat posisi sound nya dmn, krn klo lewat pas fepan nya, bikin jantung ga nyaman, kayak kena hantam bbrp kali he…he

Wilwa

@Jimmy. Garam yang tinggi dalam taoco yang dimasukkan ke dalam peti mati itu jelas mengawetkan taoco hingga ribuan tahun.

Jimmy Marta

@Pak Wilwa. Saya betul2 takjub dg sains para arkeolog itu. Bgmn bisa tauco usia 2000 th masih bisa ketemu. Roti yg 1600 th lalu, kok bisa ditemukan?. Apa tauco dan rotinya kebanyakan formalin?…wkwk..

M.Zainal Arifin

Terimakasih atas penjelasan dari P Wilwa. Taoisme= spiritualisme. Tokoh nya: Lao Zi. Lao Tse?

Mbah Mars

INTERMEZO Menuk, istri Pak Bolkin sedang mencoba gaun baru. Di depan suami, ia berlenggak-lenggok bak model di atas catwalk. “Gimana, Pah ?” “Rambut bagai gadis usia 20 tahun” “Makasih, Pa. Yang lain ?” “Wajah, mirip gadis 22 tahunan” “Kalau body, Pah ?” “Body, seperti mama muda 27 tahun” “Aihh masa sih, Pah ? Kalau secara keseluruhan gimana, Pah ?” “Ya …tinggal dijumlahin saja” Pak Bolkin lari terbirit-birit dikejar istrinya yang membawa ulekan.

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Pria dan wanita bertemu di kencan pertama. Pria: “Apa pekerjaanmu?” Wanita: “Saya seorang manajer transaksi untuk perusahaan global bernilai miliaran dolar.” Pria: “Wow, kamu ternyata bukan wanita sembarangan.” Wanita: “Dan kamu, apa pekerjaanmu?” Pria: “Saya selalu bepergian dengan mengendarai kendaraan seharga Rp 2 miliar.” Wanita: “Hebaat, kamu ternyata bukan kaleng-kaleng.” Kencan selesai. Mereka sepakat untuk berpacaran. Wanita itu pun kembali ke pekerjaannya sebagai kasir di McDonald’s. Akan halnya pria itu, ia kembali ke rutinitasnya sebagai sopir bus PO Handoyo.*

Jimmy Marta

Makin keren nih pak HL. Grafis, statistik dan logo warna…mantap..

Wilwa

@Agus. Kayaknya Yaqut terkenang tulisan Gus Dur mengenai TOA tahun 1980-an. Jadi sekitar satu dekade TOA marak bagai jamur di musim hujan, Gus Dur yang waktu itu masih muda namun sudah terkenal menulis di koran mengenai pengaturan volume TOA. Gus Dur “digebuki” rame-rame oleh para pengkritiknya. Mungkin dari situ muncul ide dark humor mengenai agama mana yang “dekat” dengan Tuhan. Hindu / Buddha memanggil Tuhan dengan “Om”. Kristen lebih dekat dengan memanggil Tuhan “Bapa”. Dan Islam paling “jauh” karena memanggil Tuhan dengan TOA. Gus Dur memang kyai merangkap stand up comedian.

djokoLodang

–o– Seorang teman penulis sudah beberapa kali diserang habis-habisan oleh sekelompok masyarakat. Dia bercerita,”Penyerangnya itu-itu saja, orang2 yang sama, kelompok yang sama. Pada hal tulisan2 saya tidak mengandung apa pun yang bisa diserang. Ketika tidak berhasil, mereka mencari-cari alasan lain. Akhirnya saya baru sadar bahwa kompromi, dialog, atau melakukan apa saja untuk membuat mereka senang, tak berguna!”. “Penjual ikan dan daging di pasar basah sudah terbiasa dengan bau amis, Wangi-wangian, essential oil, malah mebuat mereka mual.” Berbagai serangan itu menyadarkan teman saya. “Saya tidak akan berjualan wangi-wangian di pasar basah ikan dan daging.” “Saya tidak akan menyinggung apa pun yang kiranya berkaitan dengan dengan ikan, daging, pasar basah, dan bau amis. Lebih baik berjualan essential oil di mal saja. Pembelinya jelas, mereka yang yang tahu manfaat essential oil”. “Pikir-pikir bodoh juga selama ini saya mau jualan wangi-wangian di pasar basah, tempat penjual dan pembeli daging, ikan, dan sebagainya. Ya, sudah pasti saya digebukin karena mereka merasa pusing.” –0–

djokoLodang

–o– Ada dua macam tidur. yitu tidur tubuh dan tidur jiwa. Perhatikan, ketika tubuhmu dalam keadaan jaga, hendaknya jiwa pun dalam keadaan jaga. Banyak sekali pemalas di antara kita. Jiwa mereka dalam keadaan tidur pulas. Tidak pernah terjaga. Mereka bekerja, bahkan berdoa pun mereka bisa. Dan semuanya itu mereka lakukan dalam keadaa “tidur”. –0– 21 Maret

Johannes Kitono

Pengeras suara fungsinya meninggikan suara sampai sekian desibel. Bisa terdengar sayup-sayup sampai dujung desa. Now sudah dua malam nginap di PD Kitono, Sanggau. Dari pagi sampai sore mendengar terus suara Walet. Tentu bukan yang orisinil. Tapi rekayasa dari Tape Recorder.Bunyinya sangat bervariasi. Ada yang khusus bunyi pacaran. Seperti pejantan memanggil kekasih. Ada juga punya ajak kawin. Suaranya membangkitkan berahi. Tentu buat Walet bukan manusia. Ini tentu hasil Riset juragan walet ketika pasarkan produknya. Pasti tidak ada bunyi innalilahi. Dan belum ada Perda tentu bunyi Walet. Tergantung kesadaran pemilik sarang walet. Konon bunyi juga bisa dijadikan senjata. Seperti Seruling Pelenyap Sukma dibuku Silat Kho Ping Hoo. Bagi manteman yang mau diobati dengan Terapi Bunyi/ Suara Logam atau Batu. Bisa hubungi Bali Usada, Meditasi Kesehatan di Sanur, Bali. Khusus untuk komentar Pengeras Suara Mesjid, harus hati-hati. Ketika protes terganggu suara Mesjid. Meiliana,perempuan Chinese asal Tanjung Balai Sumut diganjar 18 bulan penjara. Kena pasal 156 KUHP dengan tuduhan ujaran Kebencian dan Penodaan Agama ( 2016 ). Soal Pengeras suara dan Loud Speaker merk TOA atau JBL ikuti saja pedoman dari DMI.

Mbah Mars

Saya kok sama dengan Om Jimmy. Santai saja dengan aneka kebisingan dari tempat ibadah. Namun, saya juga memaklumi ada orang lain yg berbeda dengan saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------