Scroll untuk baca artikel
News

Marak SIM Palsu Beredar, Ini Modus Cara Pembuatannya!

Avatar photo
143
×

Marak SIM Palsu Beredar, Ini Modus Cara Pembuatannya!

Sebarkan artikel ini

POLICELINE.ID- Surat Izin Mengemudi (SIM) jadi syarat mutlak yang wajib dibawa saat nyetir. Saat ini, marak beredar SIM palsu yang dijajakan ke masyarakat dan untungnya terungkap pihak kepolisian.

Kepolisian Resor (Polres) Madiun, Jawa Timur menangkap pelaku pembuatan SIM B2 umum palsu yang menyalahi aturan perundang-undangan hingga merugikan negara.

SIM B2 Umum sendiri dipakai untuk Anda yang mengemudikan kendaraan penarik atau bermotor dengan gandengan dengan berat kendaraan yang diperbolehkan maksimal lebih dari 1.000 kg.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto mengatakan tersangka berinisial JR, laki-laki (51), warga Bagor, Kabupaten Nganjuk.

“Tersangka ini merupakan pemilik sebuah toko foto kopi di wilayah Saradan, Kabupaten Madiun,” ujar AKP Danang di Madiun, dikutip Uzone.id dari Antara.

Modusnya, JR yang berprofesi sebagai pemilik dan pengelola toko fotocopy menerima jasa pembuatan SIM B II Umum dengan cara melakukan “scan” terhadap SIM asli terbitan kepolisian.

Kemudian data mentahan disimpan di komputer dan melakukan editing terhadap data diri pemesan dengan data mentahan pada aplikasi.

“Setelah jadi file SIM B II umum palsu, kemudian dicetak dan dilaminating. Sepintas memang mirip, namun jika diperhatikan, jelas beda,” kata Danang.

Hasil pemeriksaan diketahui praktik pelaku mencetak SIM B II umum tanpa melalui mekanisme dan prosedur resmi tersebut telah dilakukan sejak tahun 2022. Total terdapat 150 lembar SIM B palsu yang telah diproduksi tersangka.

Biaya jasa yang ditarik dari pembuatan SIM palsu tersebut bervariasi kisaran Rp150 ribu hingga Rp400 ribu per kartu.

Pelaku berdalih SIM palsu produksinya tersebut tidak digunakan untuk mengemudikan kendaraan, namun untuk membantu lamaran kerja pemesan di perusahaan pertambangan.

Adapun, aksi ilegal tersangka diketahui saat Satuan Lalu Lintas Polres Madiun menggelar razia di wilayah Saradan sekitar toko foto kopi milik tersangka.

Saat itu, seorang anggota satlantas hendak melakukan foto kopi berkas yang digunakan dalam proses razia.

Atas perbuatannya tersangka JR dikenai pasal 263 KUHP ayat (1) tentang membuat surat palsu atau memalsukan surat, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun oleh polisi.

Tak hanya di Madiun, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menghimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik-praktik ilegal seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

“Terbaru kami berhasil mengungkap kasus pembuatan SIM palsu di wilayah hukum Polresta Bandarlampung. Tindakan ini tidak hanya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas serta keamanan publik,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------