Scroll untuk baca artikel
News

(VIDEO) Menendang Jamaah Shalat Jumat Anggota Polisi Delhi Diskors

Avatar photo
102
×

(VIDEO) Menendang Jamaah Shalat Jumat Anggota Polisi Delhi Diskors

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video di--

POLICELINE.ID- Sebuah video yang menunjukkan seorang petugas polisi Delhi, India yang menendang jamaah Muslim yang sedang shalat Jumat di jalan, di kawasan luar Masjid Makki telah memicu kemarahan warganet.

Video yang viral memperlihatkan seorang petugas polisi tengah menendang punggung orang-orang yang shalat dan memukul kepala mereka sambil meneriaki agar jamaah bangkit dan meninggalkan area tersebut.

Polisi mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan persimpangan jalan yang sibuk.

Tindakan tersebut memicu banyak kemarahan dan masyarakat di sekitar kejadian, mereka mulai mengerumuni polisi untuk memprotes tindakannya.

Segera setelah tindakan polisi tersebut, penduduk setempat memberi tanggapan dan memblokir jalan. Massa menuntut tindakan terhadap polisi tersebut, yang menyebabkan peningkatan keamanan untuk menjaga situasi dan ketertiban.

Menyusul kejadian tersebut, Wakil Komisioner Polisi, MK Meena mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa penyelidikan atas masalah tersebut telah dimulai dan yang bersangkutan sudah diskors.

“Dalam insiden yang terjadi hari ini, penanggung jawab pos polisi yang terlihat dalam video itu langsung diberhentikan. Tindakan disipliner yang diperlukan juga telah diambil,” kata Wakil Komisaris Polisi (utara) M K Meena, tulis PTI.

Anggota Kongres Rajya Sabha Imran Pratapgarhi membagikan video kejadian tersebut dan menyuarakan pendapatnya mengenai kejadian tersebut di akun X.

“Tentara Polisi Delhi yang menendang seseorang saat melakukan shalat ini mungkin tidak memahami prinsip dasar kemanusiaan,” katanya.

“Kebencian apa yang tersembunyi di hati para prajurit ini? Polisi Delhi diminta untuk mengajukan kasus terhadap petugas ini berdasarkan bagian yang sesuai dan layanannya dihentikan,” kata Pratapghari.

Para pemimpin oposisi, pemimpin Muslim, dan aktivis melalui media sosial mengutuk insiden tersebut dan menuntut tindakan segera terhadap polisi. Anggota Kongres di Delhi menyebut insiden itu “memalukan” dalam sebuah postingan di X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------