Scroll untuk baca artikel
Hukum

Mencekamnya Malam di Sidoarjo Saat Tawuran Pecah Berujung Satu Pelajar Tewas

Avatar photo
89
×

Mencekamnya Malam di Sidoarjo Saat Tawuran Pecah Berujung Satu Pelajar Tewas

Sebarkan artikel ini

POLICELINE.ID- Minggu dini hari di Sidoarjo, suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Hujan dengan intensitas tinggi dengan frekuensi yang cukup sering terjadi selama beberapa hari terakhir.

Seperti malam-malam biasanya, para pemuda menjadikan sejumlah ruas jalanan Sidoarjo sebagai arena kebut-kebutan. Aksi ini kambuhan meski polisi sudah sering membubarkan.

Di antara kelompok pemuda yang doyan membelah angin malam dengan kecepatan kuda besinya itu ternyata ada sejumlah kelompok yang berniat mencari musuh. Tawuran pun pecah.

Waktu terus beranjak menyongsong terbitnya matahari ketika beberapa kelompok pemuda yang haus adrenalin itu saling bertemu di Jalan Pahlawan, tepatnya di seberang Mal Sun City.

Mereka beradu nyali dan saling menyerang secara fisik tepat di depan bangunan Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo. Tak sedikit warga yang mendengar kegaduhan itu.

Salah satu yang mendengar kegaduhan itu adalah Andhika, salah satu petugas keamanan di Sun City Hotel yang sedang bekerja sif malam. Mulanya selintas dia melihat konvoi belasan pemotor.

Dari seberang lokasi dirinya berada Andhika mendengar bentrokan. Suara gaduh massa yang sedang tawuran. Hingga di antara suara kegaduhan itu dia mendengar teriakan meminta tolong.

“Mendengar suara gaduh dan teriakan minta tolong, kemudian saya memberanikan diri mendekati ke lokasi. Sampai di lokasi sudah ada 2 korban yang tergeletak,” kata Andhika ditemui detikJatim, Minggu (10/3/2024).

Andhika mengaku tidak melihat secara langsung bagaimana tawuran itu berlangsung. Sama halnya dengan sejumlah warga lain yang mulai berdatangan ke lokasi.

“Saya tidak tahu pasti kejadiannya, yang jelas ada 2 orang yang tergeletak di jalan kena senjata tajam. Satu korban meninggal di lokasi, satu mengalami luka berat,” kata Andhika.

Karena tidak tahu apa yang sedang terjadi dia sempat bertanya ke masyarakat yang berupaya menolong korban. Ada yang menyebut bahwa pelaku tawuran itu oknum perguruan silat.

“Saya tidak mengetahui secara pasti baik korban dan pelaku dari kelompok apa, yang saya ketahui korban menggunakan pakaian serba hitam,” ujar Andhika.

Korban meninggal dievakuasi ke RS Pusdik Sabhara Porong. Diketahui bahwa korban itu bernama Achmad Maulana (17) warga Perum Griya Sumantoro, Plumbungan, Sukodono.

Korban yang pada saat kejadian mengendarai sepeda motor Yamaha Mio putih Nopol KT 5545 GM itu diketahui merupakan pelajar Kelas XI SMA YPM 8, Sukodono.

Dokter Forensik Rumah Sakit Pusdik Sabhara di Porong Prof Dr dr Ahmad Yudianto menyebutkan jenazah tiba pukul 03.49 WIB sudah dalam keadaan meninggal.

Pada bagian luar tubuh jenazah ditemukan luka akibat kekerasan senjata tajam dan kekerasan benda tumpul. Baik di wajah, leher, dada, lengan, maupun pada bagian kakinya.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan dalam kami temukan adanya patah tulang pada daerah kepala, terutama kepala bagian kiri, dan ada pendarahan pada otak,” jelas Yudianto.

Tidak hanya itu saja, patah tulang juga didapati pada bagian dada korban yang menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ dalam. Pendarahan di dalam itulah yang menyebabkan korban meninggal.

“Jadi kami simpulkan dari hasil pemeriksaan dalam dan luar, penyebab kematiannya adalah kekerasan tumpul dan sajam di wajah yang menyebabkan pata tulang tengkorak serta pendarahan pada otak,” tandas Yudianto.

Sementara korban luka berat yang masih dirawat di RSUD Sidoarjo diketahui bernama Lukmananul Hafidz (20) warga Dusun Krempreng, Desa Tanjung Sari, Taman.

Kepala IGD RSUD Sidoarjo dr Ivan Setyawan menyebutkan bahwa korban yang luka berat masih menjalani observasi di IGD RSUD Sidoarjo sebelum menjalani operasi.

“Korban patah tulang paha kiri tertutup dan patah tangan kiri terbuka. Kesadarannya membaik. Rencana pra operasi dilakukan pembersihan luka tangan kiri di IGD nanti dilanjutkan operasi tulang,” katanya.

Peristiwa tawuran di malam mencekam di antara suhu dingin yang menusuk itu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa Kota Delta kini sedang tidak aman. Bukan tidak mungkin aksi balasan kembali pecah di jalanan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------