Scroll untuk baca artikel
News

Bikin Geram! Kadis Perindag Baubau Teriaki Warga Pencuri Beras saat Operasi Pasar Murah

Avatar photo
115
×

Bikin Geram! Kadis Perindag Baubau Teriaki Warga Pencuri Beras saat Operasi Pasar Murah

Sebarkan artikel ini

POLICELINE.ID- Beredar viral video yang memperlihatkan seorang wanita menangis lantaran tak terima dirinya dituduh maling beras saat operasi murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Baubau, Sulawesi Tenggara pada Rabu (6/3/2024).

Pada video yang viral tersebut terlihat wanita yang diteriaki maling itu menangis sesegukan.

Pria itu diketahui sebagai Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Baubau, La Ode Ali Hasan. Di video yang beredar itu tampak Ali Hasan awalnya meminta warga untuk tenang saat operasi beras berlangsung.

Tampak kemudian, ia berteriak ‘pencuri, eh itu pencuri. Tangkap, tangkap’. Si wanita yang diteriaki pencuri itu kemudian tunjukkan uang yang pegang untuk bisa membeli beras di pasar murah tersebut.

Terlihat dari video, ekspresi Ali Hasan saat berteriak pencuri kepada salah satu warga. Diketahui wanita warga Baubau itu bernama Fitriani. Ia tak terima mendapat teriakan pencuri oleh pejabat tersebut.

“Saya diteriaki pencuri, saya sudah kasih uangnya padahal,” ucap Fitriani seperti dikutip, Kamis (7/3/2024).

“Sudah, saya sudah stor uangku ke ibu itu, tinggal ambil berasnya, tapi sa diteriaki pencuri,” jelasnya kepada awak media.

Sebelum Ali Hasan meneriaki Fitrianni sebagai pencuri beras, operasi pasar murah yang dilakukan oleh Pemkot Baubau di Lapangan Lembah Hijau itu terlihat ricuh. Warga saling kejar-kejaran demi bisa membeli beras dengan harga murah.

Ali Hasan sendiri klaim dirinya bukan menuduh warga sebagai pencuri beras. Ia hanya melihat kondisi yang chaos saat operasi pasar murah tersebut.

“Bukan tuduh pencuri, hanya ada (warga) yang mengambil tidak kita perhatikan. Karena beras ini bukan berasnya kita tapi dari Bulog,” ucap Ali Hasan seperti dikutip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------