Scroll untuk baca artikel
News

68 Rumah di Brebes Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak

Avatar photo
68
×

68 Rumah di Brebes Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak

Sebarkan artikel ini

POLICELINE. Bencana tanah bergerak yang terjadi di Pedukuhan Limbangan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebabkan puluhan rumah warga serta infrastruktur jalan mengalami kerusakan.

Dari pantauan di lokasi, banyak rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan parah dan jalan-jalan mengalami retak-retak.

Menurut penuturan seorang warga setempat, Kendi Purwanto (48), bencana tanah bergerak di Dukuh Limbangan Desa Sridadi terjadi dua kali dalam sepekan terakhir, dimana kejadian terjadi saat hujan deras. “Kejadian pertama, terjadi pada Minggu (25/02/2024) lalu, dan kejadian kedua pada Kamis (29/02/2024) kemarin,’ kata Kendi Purwanto, Sabtu (2/3/2024) sore.

Dia menambahkan, karena adanya bencana tanah bergerak pihak pemerintah desa setempat, mengimbau kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan untuk mengosongkan rumahnya. “Ini karena rumah warga mengalami kerusakan parah dan rawan ambruk. Warga banyak yang tinggal di posko pengungsian, termasuk mengungsi di rumah kerabatnya,” jelas Kendi.

Untuk jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 68 rumah yang ditempati sekitar 190 jiwa lebih.

Dari total 68 rumah yang rusak akibat tanah bergerak, 35 rumah diantaranya mengalami kerusakan parah dan rawan ambruk.

Dimana ungkap Kendi, dinding rumah banyak roboh dan lantai retak-retak dengan kedalaman hingga satu meter. Sementara atap genting juga rusak parah.

“Rumah-rumah tersebut kini ditinggal penghuninya karena membahayakan jika ditempati. Mereka ada yang mengungsi ke posko pengungsian, ada juga yang tinggal sementara waktu di rumah saudara atau tetangga,’ ungkap Kendi. Atas musibah bencana tanah bergerak yang menimpa, Kendi menambahkan, warga ingin pemerintah bisa merelokasi pemukiman rumah warga ke tempat yang lebih aman. Khususnya bagi warga RT 05 RW 01 Dukuh Limbangan Desa Sridadi.

“Apalagi ini menjelang bulan puasa biasanya warga memanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------