Scroll untuk baca artikel
Kriminal Utama

Emak-emak yang Bunuh Tetangga di Madina Babak Belur Dihajar Warga

31
×

Emak-emak yang Bunuh Tetangga di Madina Babak Belur Dihajar Warga

Sebarkan artikel ini

Policeline.id– Netian Sari (48), pelaku pembunuhan tetangganya, Satia (55) babak belur dihajar warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Aksi pemukulan itu terjadi ketika pelaku diamankan.
“Ketika diamankan, karena masyarakat emosi, sempat di massa,” kata Plh Kasi Humas Polres Madina Ipda Bagus Seto saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (4/1/2024).

Bagus mengatakan pelaku mengalami luka lebam di bagian muka usai dihajar warga. Dia menyebut saat ini pelaku masih dalam perawatan di RSUD Panyabungan.

“Pelaku masih dirawat di RS Panyabungan, karena keterbatasan fasilitas di RS Natal makanya kita bawa ke Panyabungan. (Pelaku) mengalami luka, makanya diberikan perawatan medis,” ujarnya.

Perwira pertama Polri itu mengatakan motif pembunuhan itu karena pelaku tersinggung dengan perkataan korban.

“Jadi, ada perkataan yang sering diucapkan si korban kepada si pelaku, yang menurut dia (pelaku) menyinggung dia, sakit hati,” kata Bagus.

Bagus menyebut pelaku merupakan orang Aceh yang baru sebulan pindah ke Desa Kampung Sawah itu. Pelaku tinggal di gedung sekolah yang sudah tidak digunakan dan kebetulan berdekatan dengan rumah korban. Bahkan, korban juga sering berkunjung ke tempat tinggal pelaku.

“Pelaku ini tinggalnya di gedung sekolah yang memang sudah enggak terpakai lagi. Jadi, dia tinggal di situ. Kemudian si korban sering main ke situ karena bertetangga,” jelasnya.

Saat berkunjung, kata Bagus, korban sering mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati korban. Alhasil, pelaku geram hingga memukul korban berulang kali di bagian kepala dan wajah menggunakan kayu. Usai menghabisi nyawa korban, pelaku menyeret jasad korban ke parit belakang sekolah tempat pelaku tinggal.

“Emosi, dipukulkannya pakai kayu sepanjang 60 cm. Habis dipukul, tewas, diseret lah ke belakang gedung sekolah, ada parit, dimasukkan lah ke situ untuk menghilangkan jejak,” ujarnya.

Terkait isu bahwa pelaku mengincar harta korban, Bagus mengatakan pihaknya masih mendalami hal itu. Namun, menurutnya, sejauh ini motif tersebut belum terbuktikan.

“Jadi, untuk berita-berita yang sudah beredar di tengah masyarakat bahwasanya si pelaku mengincar hartanya si korban, itu belum terfaktakan dari hasil penyelidikan. Kita masih mendalami terkait adanya motif lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

>