Scroll untuk baca artikel
NewsPresisi

Polri Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Keterlibatan BPOM Dalam Gagal Ginjal Akut Pada Anak

99
×

Polri Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Keterlibatan BPOM Dalam Gagal Ginjal Akut Pada Anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/Tribratanews

Policeline.id- Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri telah memeriksa 11 orang saksi dalam kasus tewasnya ratusan anak-anak akibat gagal ginjal akut yang diduga ada keterlibatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku regulator dalam peredaran obat.

“Sudah naik sidik, intinya kita sedang dalam proses sidik masih sedang dalam proses sidik kita sudah memeriksa 11 saksi,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin, saat dihubungi, Rabu, 20 Desember 2023.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan sejumlah saksi yang diperiksa itu dari berbagai pihak.

“Saksi bukan hanya dari BPOM aja, dari BPOM ada dari saksi ahli ada, dari PT Afifarma ada,” ujarnya.

Meski telah naik ke penyidikan, Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Belum ada penetapan tersangka, belum, (penyidikan) masih berjalan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polisi masih terus menyelidiki terkait penyebab terjadinya kasus gagal ginjal akut pada anak.

Sejumlah obat yang diduga menjadi penyebab kini diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan saat ini pihaknya tengah memeriksa obat lain selain Praxion dalam upaya menelusuri penyebab gagal ginjal akut anak.

“Saat ini Polri masih mendalami obat lain. Obat lain selain Praxion yang dikonsumsi korban antara lain vaksin saat imunisasi dan obat sirop Paracetamol Drop,” ujar Ramadhan dalam jumpa pers, Selasa, 14 Maret 2023.

Selain itu, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri juga sudah melakukan pemanggilan kepada Kepala BPOM DKI Jakarta, Susan Garcia Arpan, pada hari Senin Maret 023 lalu sebagai saksi.

“Yang mana pemanggilan tersebut dengan maksud memberikan penjelasan terkait dengan proses pengawasan bahan baku pada pedagang farmasi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

>