Scroll untuk baca artikel
News

BNNP Jatim Temukan Dugaan TPPU Setelah Bongkar Kasus Narkoba di Madura

Avatar photo
101
×

BNNP Jatim Temukan Dugaan TPPU Setelah Bongkar Kasus Narkoba di Madura

Sebarkan artikel ini
Brigjen Pol M. Aris Purnomo Kepala BNNP Jatim waktu menyampaikan keterangan kinerja BNNP Jatim sepanjang 2023, Jumat (22/12/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

POLICELINE.ID– Pengungkapan kasus narkoba di wilayah Madura tak hanya memberantas para bandar dan membongkar jaringannya. Namun BNN Provinsi (BNNP) Jawa Timur juga menemukan dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu diungkapkan Brigjen Pol M. Aris Purnomo Kepala BNNP Jatim waktu pihaknya meringkus sejumlah bandar narkoba di Madura pada 2022 dan 2023. Tersangka tak hanya berperan sebagai bandar namun juga penyangga dana.

“Kita ungkap ada TPPU tadi, berarti memang dia sebagai penyandang dana,” kata Aris di kantor BNNP Jatim pada Jumat (22/12/2023).

Aris menyebut barang bukti dari dugaan TPPU itu masih dalam proses penyelidikan. Sementara barang bukti TPPU yang diamankan BNNP Jatim pada 2022 antara lain sebidang tanah yang di atasnya berdiri sebuah rumah senilai Rp600 juta dan uang dalam rekening senilai Rp10.600.000.

Kemudian pada 2023 terdapat empat unit rumah, sebidang tanah, perhiasan emas seberat 45,86 gram. Apabila ditotal nilainya mencapai Rp1,7 miliar.

Selain itu tingginya peredaran narkoba di Pulau Madua menjadi alasan BNNP Jatim memfokuskan pemberantasan para bandar dan membongkar jaringan narkoba di wilayah itu pada 2024 nanti.

Berdasarkan keterangan Kepala BNN RI pada (2/11/2023) waktu peresmian lab di Bangkalan, peredaran narkotika di Madura untuk penggunaan Methamphetamine atau sabu-sabu cukup signifikan.

Jumlahnya diperkirakan mencapai 108 kilogram menurut pengungkapan terakhir. Aris juga menyebut, sepanjang 2023 pihaknya telah mengungkap 57 kasus dengan 61 tersangka yang didominasi dari Madura.

“Ya 2024 nanti kita akan terus (memberantas) para bandar, nanti fokus kita di Madura. Karena kemarin 2023 memang yang kita tangkap dari jaringan Madura. Jaringan Madura perlu kita lakukan pengawasan ketat,” ujarnya.

Selain Madura, BNNP Jatim juga memetakan daerah rawan peredaran narkoba di wilayah Jatim. Pemetaan itu berdasar hasil ungkap kasus selama 2023.

Berdasarkan data infografis yang dipaparkan BNNP Jatim, wilayah Mojokerto berada di urutan atas terkait peredaran Narkoba.

“Ya termasuk daerah rawan juga di sana itu, di Mojokerto kemudian di Madura, Malang. Di samping memang banyak permintaan, dari aparat juga cukup intens melakukan operasi penegakan hukum,” ungkap Aris. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

------