SUMENEP – Warga Kabupaten Sumenep dibuat gempar oleh penyebaran cepat sebuah video berdurasi 47 detik yang menunjukkan kobaran api besar dan suasana panik di tengah kerumunan massa. Video ini mulai menyebar luas di grup-grup WhatsApp Sumenep pada Selasa malam (4/11/2025), sekitar pukul 20.56 WIB.
Rekaman singkat tersebut menangkap momen mencekam dengan api yang menyala cukup besar. Beberapa suara warga terdengar jelas, salah satunya seruan kepanikan dari seorang perempuan, “Matikan lah, kasihan.”
Indikasi Provokasi: Misteri Teriakan ‘Bakar’
Meskipun suasana sudah tegang, insiden ini menjadi lebih mengkhawatirkan karena adanya indikasi provokasi yang terekam jelas dalam video.
Pada detik ke-22, terdengar suara keras seorang laki-laki yang menyerukan kata “Bakar” di tengah kepanikan warga. Teriakan ini mengisyaratkan adanya kemungkinan unsur yang lebih dari sekadar kecelakaan murni, dan memerlukan penyelidikan mendalam oleh aparat berwajib.
Fokus Lokasi: Diduga Terjadi di Pulau Kangean
Dalam rekaman visual, terlihat sejumlah anggota kepolisian berseragam berada di lokasi, berupaya mengendalikan situasi dan mengamankan area yang dipenuhi kerumunan.
Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa insiden kebakaran yang viral ini diduga kuat terjadi di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, sebuah wilayah kepulauan padat yang berada di Kabupaten Sumenep.
Belum Ada Konfirmasi Resmi: Kepolisian Belum Bersuara
Hingga berita ini diterbitkan, misteri di balik insiden ini masih belum terpecahkan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi yang mengonfirmasi:
Objek pasti yang terbakar (apakah rumah, kendaraan, atau aset lainnya).
Penyebab sebenarnya dari kebakaran.
Konteks dan identitas di balik teriakan provokatif “Bakar”.
Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, belum memberikan respons saat dikonfirmasi. Upaya menghubungi Kapolsek Kangean, Iptu Datun Subagyo, juga tidak berhasil.
Publik Sumenep kini menantikan langkah cepat dan transparan dari kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik video viral yang telah memicu kegemparan dan kekhawatiran ini, terutama terkait dugaan adanya unsur provokasi.







