WWW.POLICELINE.ID
MADURA RAYA

Festival Desa Wisata 2025 se-Madura

Avatar photo
391
×

Festival Desa Wisata 2025 se-Madura

Sebarkan artikel ini

Sumenep- Festival Desa Wisata 2025 yang digelar se-Madura selama tiga hari mulai 19-21 Juni 2025, benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya. Karena memang tahun ini merupakan tahun kedua setelah di 2025 sukses dilaksanakan se-Kabupaten Sumenep.

Tampak suasana malam hari penuh dengan pameran potensi produk lokal yang dimiliki masing-masing desa perwakilan kecamatan, tidak hanya dari Kabupaten Sumenep, namun dari Bangkalan, Sampang dan Pamekasan turut pamerkan potensi terbaiknya.

Seperti diakui Kepala Desa Lobuk Kecamatan Bluto, memamerkan potensi lokal yang dimiliki, karena kebetulan wilayahnya pesisir pantai, sehingga memiliki wisata unggulan Spot Pancing Pantai Matahari yang menawarkan panorama indah.

“Tampilan spot pancing pantai matahari ini dibuat untuk menyuguhkan potensi desa wisata kebanggaan kami yang selama ini banyak didatangi pengunjung wisata,” ujar Kepala Desa Lobuk, Mohammad Saleh.

Menurutnya, lokasi wisatanya cocok untuk menghabiskan waktu libur sambil memancing ikan laut. Salah satu daya tarik utamanya adalah jembatan kayu sepanjang 150 meter yang menjorok ke tengah laut.

“Jembatan ini menjadi favorit para pemancing,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya membawa produk unggulan khas Desa Lobuk, berupa produk teri krispi, ikan kering krispi, pokak syarifa, petis ikan, kapsul dan teh marongghi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini ke depan potensi desa yang kami miliki bisa lebih sempurna lagi,” tambahnya.

Sedangkan stand dari Kecamatan Talango menampilkan Desa Wisata Gili Labak dan Kerajinan Kulit Kerang di Festival Desa Wisata Madura 2025.

Camat Talango, Nur Habibie mengungkapkan, sejumlah potensi desa andalan dari pulau terdekat dari daratan, yakni Pulau Poteran, dengan menampilkan wisata bahari paling populer, serta menampilkan kerajinan tangan dari media kulit kerang laut yang disulap jadi barang bernilai ekonomis.

“Kami membawa potensi wisata desa andalan seperti Pulau Gili Labak yang sudah populer membawa nama Kabupaten Sumenep. Selain itu, kami juga membawa kuliner khas Kecamatan Talango seperti krupuk ikan balida, ikan kenari, dan minuman dari kulit kayu ciri khas buatan warga setempat,” paparnya.

Sedangkan perwakilan dari Kecamatan Pragaan yakni Desa Kaduara Timur menampilkan desa wisata sumber belerang. Saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan beberapa fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung wisata sumber belerang tersebut.

“Di samping sumbernya yang masih asli, beberapa fasilitas pengunjung wisata juga sudah mulai dilakukan,” ujar PLH Camat Pragaan, Ahmad Fikri.

Beberapa penyediaan fasilitasi dari sumber belerang yang mulai dilakukan seperti pembuatan Gazebo, kamar ganti, kolam renang serta mempercantik beberapa fasilitas di lingkungan sumber belerang yang dikelola BUMDes Kaduara Timur tersebut.

Festival Desa Wisata 2025 yang dilaksanakan selama tiga malam mulai 19-21 Juni 20205, berkahir malam ini, Sabtu (21/06/2025), dengan pemberian hadiah dan penghargaan kepada para peserta terbaik serta untuk dijadikan perwakilan pada kegiatan yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *