WWW.POLICELINE.ID
MADURA RAYA

Pasca Temuan Puluhan Kilogram Sabu, BNN Sumenep Konsolidasi Soal Ancaman Narkoba

Avatar photo
327
×

Pasca Temuan Puluhan Kilogram Sabu, BNN Sumenep Konsolidasi Soal Ancaman Narkoba

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Sumenep- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggelar Konsolidasi Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada sektor Kelembagaan, di Aula KPRI Serba Usaha, Kamis (19/06/2025).

Kepala BNN Kabupaten Sumenep, Bambang Sutrisno, mengungkapkan, persoalan Narkoba di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep harus ditanggapi serius, karena tidak dipungkiri sudah memprihatikan dan perlu kewaspadaan dalam mengantisipasi semakin meluasnya peredaran narkoba di ujung Timur Pulau Madura ini.

“Baru-baru ini kita dikejutkan penemuan adanya narkoba di kepulauan Masalembu yang jumlahnya puluhan kilogram, apabila diuangkan bisa miliaran rupiah,” terangnya.

Meskipun diakui Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang luar biasa luas dengan banyaknya pulau yang ada. Sehingga membutuhkan penanganan bersama oleh semua pihak. Baik dari para instansi lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat khususnya para orang tua yang memiliki anak-anak harapan bangsa di masa depan.

“Betapa generasi muda harus selalu dijaga agar tidak sampai terjerumus penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya mengundang sejumlah instansi terkait dan beberapa lembaga atau organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama melaksanakan upaya memutus mata rantai peredaran barang terlarang yang dapat merusak generasi bangsa tersebut.

Dengan mengundang semua pihak diharapkan, ke depan semua sama-sama memiliki tanggung jawab dalam menanggulangi persoalan narkoba. Seperti halnya Satpol-PP memperkuat penegakan Perdanya, Dinas Pendidikan memperkuat sumber daya manusia di sekolah-sekolah agar tidak mudah terjebak dalam penyalahgunaan narkoba, Dinas Kesehatan pemahaman secara medis akan bahaya dan dampak narkoba termasuk penanganannya.

“Termasuk juga lembaga lain agar melaksanakan program dengan menyentuh pada persoalan penanganan narkoba. Dan paling penting diawali dengan ketahanan keluarga yang harmonis dan tenteram, sehingga menjadi keluarga kuat untuk menyatakan tidak pada narkoba dan baru kepada masyarakat secara umum,” tandasnya. [ren/fer]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *